City TourTraveling

4D 3N di Malaysia, kemana aja? dan berapa biayanya?

Itinerary based on my experience

Siapa yang gak kenal dengan negeri Jiran? Pasti kalian udah gak asing lagi kan dengan negara beribu kota Kuala Lumpur ini. Terkenal karena lokasinya yang cukup dekat dengan Indonesia, Malaysia selalu menjadi pilihan utama bagi para penggiat jalan-jalan mulai dari wisatawan lokal hingga mancanegara, termasuk aku.

Nah, buat kalian yang mau tahu gimana keseruan aku selama perjalanan mulai dari pemesanan tiket, hotel, wisata, hingga naik cablecar, yuk simak lagi kebawah karena disini aku bakal rinciin satu per satu, dan semoga bisa menjadi panduan jika kalian ingin ke negara yang memiliki icon Twin Tower ini. Cheers!

Diskon hingga 70% Maskapai Air Asia

Malam menjelang, seperti biasa aku habiskan waktu untuk buka media sosial, dan secara gak sengaja terbitlah iklan bahwa Air Asia lagi diskon bangku hingga 70%! Waw bangetkan! Tanpa pikir panjang, aku langsung coba cek ke destinasi wisata yang ramah akan kantong ini yaitu Malaysia. And what? Harga nya terbilang murah karena hanya dikenakan biaya sebesar Rp1.738.000,- PP per orang dan sudah include bagasi PP 20kg.

Sesuai dengan slogan nya Now Every One Can Fly, akhirnya aku pesen 4 tiket dewasa dan 1 anak-anak untuk perjalanan selama 4 hari 3 malam.

Prepare hotel, sim card, hingga tukar Ringgit

Setelah tiket aman, berikutnya aku mulai prepare hal-hal penting lainnya seperti buat itinerary, nentuin lokasi hotel, beli sim card, hingga tukar ringgit (mata uang Malaysia) untuk akomodasi selama disana. Kenapa semua harus di prepare dari awal? Yupz, karena aku dan keluarga liburan ke negeri Jiran tanpa menggunakan travel ataupun guide. Jadi semua kami prepare dari Jakarta dengan pembelian online sebelum hari H keberangkatan. Rumit? Banget! Tapi inilah sensasinya.

Nah guys, untuk hotel nya, finally kami putuskan untuk nginap di First World Resort, Genting Highland selama 1 malam dengan biaya Rp479.698,-/malam. Oh iya, just info aja buat kalian bahwa di First World ini kalian lebih ke Self Service yang artinya mulai dari check-in hingga check-out harus dilakukan sendiri pada mesin yang sudah tersedia disana. Dan untuk 1 kamar nya akan dikenakan charge tourism sebesar RM10/kamar yang wajib kalian bayar langsung pada mesin.

Mesin Check in di First World Hotel (Foto: Lady Pinem)

2 malam berikutnya kami booking di area Bukit Bintang yaitu Izumi Hotel dengan harga Rp409.904,-/malam. Ini terbilang murah dan lokasi nya sangatlah strategis, karena dekat dengan pusat kuliner di jalan Alor, mall Pavillon, dan stasiun MRT. Semua bisa di jangkau dengan jalan kaki dari hotel ini. Mudahkan?

Berikutnya mengenai sim card, pasti kalian sudah tahu kan bahwa selama di Malaysia, koneksi internet hanya bisa tersambung jika kalian menggunakan provider yang terdaftar di sana? Akhirnya aku pesan online melalui Klook.com SIM Card 4G dengan provider Digi yang bisa langsung diambil serta di register di KLIA & KLIA2 Airport. Untuk harga nya sangat terjangkau yaitu Rp60.465,-/kartu.

Terakhir, sebelum aku lanjut soal perjalanan wisata selama di Malaysia, aku juga udah prepare untuk tukar uang rupiah ke mata uang ringgit di Dolarindo cabang Gajah Mada. Menurut aku secara pribadi, ada baiknya kalian tukar dari Jakarta dan tinggal dibawa kesana, jadi gak perlu repot-repot lagi. Dan saat itu ringgit di harga Rp3.410 per 1RM nya.

Noted: Disarankan kalian hitung terlebih dahulu ke jumlah rupiah apabila ingin membeli barang atau makanan di Malaysia, jadi tahu apakah ini mahal, murah, atau standar. Aku pun demikian.

Perjalanan wisata selama di Malaysia

Berbeda dengan penerbangan domestik, ternyata rute international membutuhkan waktu jauh lebih banyak saat di bandara. Bisa dikatakan kalian wajib well prepared mulai dari segi waktu, barang bawaan, bagasi, hingga tenaga.

Day 1: Jakarta – Kuala Lumpur International Airport – Genting Highland

Bermula ketika tiba di Bandara Soekarno-Hatta International Airport, tepat nya pukul 05.40 pagi. Saat itu aku langsung ke cheak-in counter untuk drop bagasi sekaligus cetak boarding, setelah itu dilanjutkan ke loket imigrasi. And you know what? Antriannya panjang bangetttttt. So, ada baiknya kalian wajib datang lebih awal supaya bisa lebih santai dan tenang saat ikut antrian. Jangan sampai ketinggalan pesawat guys hanya karena nunggu antrian di imigrasi counter.

Long story short, sekitar jam 10.30 aku tiba di KLIA2 dan langsung menuju ke Digi Simcard Counter untuk mengaktifkan jaringan internet selama di Malaysia yang sudah aku beli online di Klook.com sebelumnya. Lalu dilanjutkan ke counter bus untuk membeli tiket menuju ke Genting Highland. Hmm.. biaya nya sendiri dikenakan RM35/orang (one way) dengan waktu tempuh 2 jam perjalanan. Lama? Gak berasa kok, karena bus nya nyaman banget dan pemandangan yang disuguhkan absolutely amazing!

Aero Bus Express KLIA2 – Genting RM35 (Foto: @febe_shinta)

Setiba di Genting, aku melanjutkan perjalanan menuju ke loket Awana SkyWay Cable Car (Gondola). Letak nya di lantai atas dan bisa di tinjau dengan eskalator selepas turun dari bus. Kenapa harus naik gondola? Yupz, karena ini adalah akses menuju ke Skytropolis Indoor Theme Park, dan First World hotel tempat dimana kami menginap di hari pertama. Harga tiket gondola nya pun terbagi menjadi 2 (dua) pilihan yaitu Glass Floor dengan harga RM18/orang (one way) dan yang biasa di harga RM8/orang (one way).

Loket Awana SkyWay Cable Car (Foto: @febe_shinta)
Tiket Glass Floor (Foto: @febe_shinta)

Kurang lebih menghabiskan waktu 10 – 20 menit naik gondola, finally aku pun tiba dan langsung check-in ke First World Hotel. Seperti yang aku jelaskan diatas bahwa disini kalian lebih ke self service ya. Setelah melepaskan barang-barang dikamar, aku langsung menuju ke Skytropolis Indoor Theme Park untuk cekrek-cekrek. Paham lah yaaaaa, tradisi disetiap perjalanan adalah cekrek yang terpenting eaaaaaa~

Cablecar/Gondola (Foto: @febe_shinta)
Lobby First World (Foto: @febe_shinta)

Just info, di Skytropolis kalian juga bisa membeli tiket terusan untuk main semua wahana yang terdapat disana dengan harga kurang lebih RM65/pax.

Skytropolis Indoor Theme Park (Foto: @febe_shinta)

Day 2: Chin Swee Temple – Batu Caves

Gak berasa ya udah hari kedua aja nih. Destinasi pertama yang aku datengin dihari ini adalah Chin Swee Temple. Tapi, berhubung terlalu mempet waktu, akhirnya aku check-out lebih awal dan menitip kan semua koper serta barang bawaan lainnya di Luggage Storage milik First World Hotel. Ini free ya guys, dan kami cukup menyebutkan nomor kamar nya saja.

Luggage Storage First World Hotel (Foto: Trip Advisor)

Check-out sudah, nitipin barang juga sudah, sekarang saat nya berangkat menuju ke Chin Swee Temple dengan naik suttle bus yang lagi-lagi sudah disediakan oleh pihak hotel dan ini free PP. Jadwal bus akan datang 1 jam 1x sesuai yang tertera pada papan antrian. Jadi gak perlu bingung okay.

Jadwal Bus dari First World Genting ke Chin Swee Temple PP (Foto: all4travel.blogspot.com)

Terkenal dengan kota yang memiliki hawa dingin serta hujan, gak salah kalau saat itu aku tiba di temple dalam kondisi kabut yang lumayan tebal. Awal nya hopeless banget karena foto pun percuma! Tapi seiring berjalan nya waktu, kabutpun mulai menghilangkan jejaknya. Dan cekrek-cekrek pun dimulai hingga puas.

Oh iya, ini free enterence ya. Jadi kalian gak perlu bayar apapun. Tapi wajib tetap menjaga kebersihan dan ketenangan di area temple.

Setelah kembali ke First World Hotel dengan suttle bus, aku pun mulai mengambil semua barang bawaan yang dititipkan tadi, lalu dilanjutkan turun mengunakan gondola yang biasa dengan harga RM8/orang nya. Setiba dibawah kami langsung menuju ke loket bus untuk membeli tiket lagi dengan tujuan ke KL Sentral. Harga nya RM10/orang (one way) dan menghabiskan waktu 1 jam perjalanan.

Setiba di KL Sentral, aku melanjutkan perjalanan dengan LRT ke stasion Bukit Bintang dengan tarif RM1.8/orang (one way) dan disambung dengan berjalan kaki menuju ke Izumi Hotel, kemudian check-in untuk 2 malam.

Lelah? Banget guys, karena sepanjang perjalanan tadi kita bawa barang-barang semua menuju ke hotel. Gak salah dah kalau kalian suka denger jika traveling ke Malaysia kudu siapin tenaga dan pakai sepatu atau sendal yang nyaman, karena ya gini, serba jalan kaki sih.

Puas rehat di hotel, aku kembali siap-siap menuju ke Batu Caves dengan naik LRT lagi menuju ke KL Sentral dan lanjut naik KTM Kommuter tujuan stasion akhir Batu Caves. Perjalanan kurang lebih 35 menit dengan harga RM2.60/orang (one way). Info lagi guys, wisata ini juga free enterence.

Aku lebih milih sore hari saat tiba disana, sekitar jam 18.00 waktu Malaysia (lebih cepat 1 jam daripada Jakarta). Kenapa? Karena sore gak terlalu padat dan ramai, selain itu cuaca juga mulai adem dan sejuk ketimbang siang hari.

Day 3: Petaling Street – Twin Tower – Pavillon – Jalan Alor

Nah, di hari ketiga ini aku ngejar semua destinasi yang belum didatangin. Kenapa? Karena kita udah gak pindah hotel lagi, jadi sekarang bisa fokus ke wisata dan belanja oleh-oleh buat temen dan kerabat dirumah. Tepat jam 09.00 pagi waktu Malaysia, aku udah keluar hotel buat cari breakfast (kebetulan harga 2 malam di Izumi Hotel itu exclude breakfast) setelah itu lanjut ke Petaling Street dengan naik MRT dari stasiun Bukit Bintang menuju ke stasiun Pasar Seni. Oh iya, dari stasiun ini kalian bisa langsung jalan kaki aja masuk ke area Petaling Street.

Info lagi nih guys, buat kalian yang mau belanja oleh-oleh mulai dari tas, baju, aksesoris, gantungan, dan lain sebagai nya aku sarankan untuk beli di Petaling Street semua ya. Mengingat harga disini tu bener-bener standar bahkan bisa jauh lebih murah apabila bisa ditawar. Selain oleh-oleh, disini juga terkenal dengan kuliner nya guys, dan jangan lupa untuk cobain beberapa macam makanan dan cemilannya yak. Kapan lagi kan?

Puas belanja dan makan, aku lanjut ke Twin Tower Suria KLCC. Berhubung udah cape di jalan, akhirnya aku putuskan untuk naik grabcar dengan harga RM10 hingga lobby KLCC. Jujur ini rame banget lhoh mall nya, apalagi di area Twin Tower.

Ternyata dan ternyata, gak semudah itu buat take photo di menara kembar ini. Kenapa? Karena jaraknya terlalu dekat dan gedung nya tinggi banget. Tapi, gak ada hal yang gak bisa dipecahin wkwkwkw. Ada banyak abang-abang yang menyewakan lensa ultra wide untuk handphone kalian. Harga nya bebas, ada yang aku lihat kasih RM5 atau RM3. Tergantung kalian nawar aja okay.

Gak berasa sore pun menjelang, dan saat nya aku berpindah tempat yaitu ke mall Pavillon. Dan lagi-lagi aku naik grabcar dari KLCC kesana. Kalayak mall-mall lainnya, Pavillon terbilang terkenal dibanding yang lain, karena banyak tempat foto stop yang bisa nambahin feed di instagram kalian.

Setelah isi perut di mall Pavillon, aku kembali menuju hotel untuk rebahan. Oh iya, dari sini aku cukup jalan kaki aja ke Izumi. Dan seperti biasa karena udah malam, maka jangan heran kalau kalian akan lihat banyak banget tourist dari berbagai negara bertebaran di jalan sambil menikmati suasana malam kawasan Bukit Bintang yang terkenal dengan lokasinya yang strategis ini.

Lelah? Banget guys, terutama telapak kaki dan betis. Ampun pokoknya. By the way, 2 jam dihotel buat tenaga aku kembali full. So, tengah malam sekitar jam 23.00 waktu Malaysia, aku keluar jalan kaki menuju Jalan Alor yakni pusatnya kuliner untuk berburu Durian Musang King, Dimsum, serta lainnya. Harga durian nya pun gak kalah mahal, ya tergantung besar kecil ukuran saat ditimbang.

Dimsun di Jalan Alor (Foto: anepiceducation.com)

Untuk ngilangin rasa penasaran dengan Durian Musang King, finally aku ambil 2 batok yang masing-masing nya dikenakan harga RM62. Bentuk daging durian nya sendiri kecil-kecil guys. Bisa aku hitung di dalam 1 batok durian hanya ada 7 buah saja. Terbilang mahal atau murah? Aku sendiri juga gak paham wkwkwk. Intinya, semakin besar durian, maka semakin mahal, dan semakin puas juga dinikmati. Montong mah lewat!

Durian Musang King (Foto: unihana)

Intinya, dimalam terakhir aku sama sekali gak mau sia-sia in untuk menikmati durian ini. Kalau ditanya rasanya gimana? Duh enak banget, dan warna dari durian nya pun kuning ke orange-orange an bikin nagih pokoknya gak bohong. Kalian bisa nikmati langsung saat mampir ke Malaysia.

Tips dari aku cuman 1, kalian gak perlu terburu-buru untuk beli Durian Musang King karena disana banyak banget yang jualan, dan harga nya pun bervariasi. So, kalian bisa cek harga dulu sebelum memutuskan untuk beli. Gak akan kehabisan kok.

Day 4: Kuala Lumpur International Airport – Jakarta

Padahal jam 02.00 pagi waktu Malaysia aku baru tidur selepas packing semua barang-barang mulai dari baju, hingga oleh-oleh. Dan ternyata jam 06.00 udah kudu bangun lagi karena mau cari breakfast diluar hotel. Mengingat hari ini jatah nya pulang ke Jakarta dengan penerbangan pukul 15.45 dari KLIA2.

Kok pagi banget? Padahal penerbangan sore kan? Dududududuhhhh, gak gitu guys. Sini ku jelaskan sedikit. Jadi, dari hotel menuju bandara aku kembali menggunakan MRT ke KLCC, selepas itu aku beli tiket bus menuju ke Bandara yang memakan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan.

Sesampai di Bandara aku udah mulai sedikit lega karena masih bisa makan siang dan beli cemilan. Lalu dilanjutkan dengan cetak boarding. Just info guys, dibandara ini kalian lebih ke self service, mulai dari lihat jadwal penerbangan dipapan, cetak boarding, cheak-in, hingga drop baggage. Semua wajib kalian lakukan sendiri lewat mesin yang sudah disediakan.

Reminder penting, pastikan beban bawaan kalian gak melebihi total berat bagasi yang dibeli bersama dengan tiket diawal. Dan jangan sampai juga beban koper kalian melebihi kapasitas berat dari bagasi kabin yang hanya 7kg/koper/orang karena akan ada petugas yang sudah menyediakan alat timbang sebelum masuk ke ruang tunggu pesawat.

Kebetulan total barang yang aku masukan ke bagasi seberat 38kg dari 40kg. Dan bagasi kabin 6.8kg dari 7kg. Mepet banget kan? Iya dong, awal nya tu deg-deg an banget takut kelewat berat. Untung nya aku ada bawa timbangan khusus koper dari Jakarta ke Malaysia. Jadi saat packing dihotel, aku bisa perkirakan berat beban bawaan nya.

Lanjut lagi ya. Selepas masuk, aku lanjut ke step berikutnya yaitu antrian imigrasi. Ini panjang nya gak ketolongan guys. Diperkirakan ada kali 1 jam aku antri. Bangku mana bangkuuuuuu.. Ku butuh kau huhuhuhuu.

Habis antri di imigrasi, aku harus melewati security check lagi, dan dilanjut dengan jalan kaki menuju gate 13 sesuai dengan tiket. Jujur dan aku sempet shock banget ini bandara gede dan panjang. Ampe lelah jalan nya, gak bohong wkwkwk.

Nah guys, itulah perjalanan aku selama berada di Malaysia beserta estimasi budjet yang sudah aku keluarkan diluar makan dan oleh-oleh. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu kalian untuk liburan ke Malaysia tanpa menggunakan guide atau travel seperti aku dan keluarga.

Cheers!

Tags

Febe Shinta

Hi, I'm Febe Shinta Franciska! Author of this blog. Please enjoy!

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close