City TourDanau & SungaiTraveling

Menjelajahi Wisata Menarik di Pacitan

Surga nya Pantai dan Goa

Bicara mengenai Pacitan memang gak ada habisnya. Salah satu kabupaten yang berada di Jawa Timur ini terkenal dengan surga nya pantai dan goa.

Karena kepopuleran wisata Pacitan sudah merajalela mulai dari Sungai Maron, Goa Gong, hingga Pantai Kasap yang di juluki Raja Ampat nya Pacitan, maka aku dan teman-teman sangat tertarik untuk mengunjungi destinasi wisata ini start dari Stasiun Jatinegara menuju Yogya, pada hari Jumat malam, 17 April 2026, jam 21.51 WIB.

Menyusuri keindahan Sungai Maron dan Pantai Ngiroboyo

Karena waktu masih sangat pagi, kami memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan yang lumayan panjang ke destinasi pertama yaitu Sungai Maron dan Pantai Ngiroboyo. Memakan waktu kurang lebih 4 jam, akhirnya kami pun tiba sekitar jam 11.00 siang.

Sungai Maron
Sungai Maron

Disana ada warung dan beberapa jajanan, jadi kami juga menyempatkan diri untuk santai sejenak dan isi perut karena jalur yang dilewati tadi cukup berliku, serta naik-turun perbukitan.

Warung
Bibir Sungai Maron
Bibir Sungai Maron

Untuk menyusuri Sungai Maron, kami menggunakan perahu yang hanya bisa diisi oleh 4 – 5 orang maximal. Untuk panjang  sungai nya sekitar 4 kilometer sekali jalan, dengan vegetasi yang di dominasi pohon kelapa dan beberapa pohon lain di kiri-kanan nya. Oh iya, Sungai Maron merupakan jalur utama menuju Pantai Ngiroboyo juga.

Pantai Ngiroboyo

Permata Putih di Pantai Srau dan Watu Karung

Waktu tiba di Pantai Srau sekitar jam 14.30, air nya sedang surut dan cuaca lumayan panas. Jadi kami gak menghabiskan waktu lama-lama di pantai yang memiliki pasir putih ini yakni hanya 30 menit. Setelah ambil foto dan video, terutama di spot pohon kelapa yang menjulang tinggi, aku dan teman-teman memutuskan untuk pindah ke Watu Karung mengingat udah mau menuju sunset.

Pantai Srau
Pantai Srau

Sama seperti Pantai Srau, disini juga sedang surut airnya. Jadi kami bisa ambil foto lebih dekat di spot favorite yakni batu karang yang besar di tengah laut dengan menyusuri bebatuan. Cuaca adem, matahari juga udah mulai turun, kami pun bergegas pindah ke lokasi wisata terakhir dihari pertama untuk melihat sunset.

Watu Karung

Sunset’an di Raja Ampat nya Pacitan, Pantai Kasap

Digadang sebagai Raja Ampat nya Pacitan, Pantai Kasap menawarkan pemandangan yang luar biasa terutama saat sunset di atas bukit. Ini adalah salah satu alasan kenapa Pantai Kasap ada dalam list destinasi paling terakhir untuk menutup hari pertama dengan melihat sunset yang indah, ditemani oleh angin dan view laut, serta mendengar suara deburan ombak dari ketinggian.

Pantai Kasap
Pantai Kasap

Matahari sudah full turun, langit mulai gelap, saat nya kami pulang dan tiba di Homestay Platar Ombo sekitar jam 19.30 untuk makan malam dan melepas lelah karena sudah seharian penuh explore banyak destinasi wisata.

Homestay Platar Ombo

Sunrise eksotis di Pantai Klayar

Pagi nya, gak semua ikutan hunting sunrise. Berhubung jadwal kami keluar homestay jam 09.00 pagi, maka singgahlah aku ke Pantai Klayar yang terkenal dengan deburan ombak yang pecah di bibir pantai, dan di kedua sisi kanan-kiri bukit karang.

Selain itu, bisa juga naik keatas gardu pandang untuk melihat sunrise lebih jelas dan menikmati pemandangan landscape Pantai Klayar dari ketinggian.

Pantai dengan Air Terjun, Banyu Tibo

Sekitar jam 09.00 pagi kami siap meninggalkan homestay dan bergegas ke Pantai Banyu Tibo yang menjadi salah satu destinasi wisata pantai anti-mainstream di Pacitan. Kenapa dikatakan begitu? Karena pantai ini di aliri air terjun alami yang mengalir langsung ke laut.

Pantai Banyu Tibo

Selain view nya yang memukau, disini juga banyak warung yang menjual es kelapa. Beberapa dari kami juga sempat berteduh dan menikmati sebatok es kelapa untuk melepas sedikit hawa panas dan terik pagi itu.

Sebenarnya kami bisa turun dan menikmati langsung air terjun dan air laut beserta pasir putihnya, tapi berhubung air laut sedang naik, jadi kami gak diperbolehkan untuk turun demi keamanan semuanya. Tapi jujur ya, ambil foto dan video dari atas pun udah sangat bagus dari sisi engle mana pun, karena memang pantai nya udah sebagus itu.

Pantai Banyu Tibo

Melihat stalaktit di Goa Gong

11.30 kami sudah tiba di lokasi wisata terakhir yaitu Goa Gong, yang di juluki sebagai salah satu goa terindah di Asia Tenggara karena memiliki beragam bentuk dan ukuran stalaktit dan stalakmit. Nah, yang lebih amazing nya lagi, ada yang berbentuk seperti tirai dan itu terbentuk secara alami. Apalagi ditambah dengan lampu berwarna-warni di beberapa spotnya.

Goa Gong

Untuk menyusuri Goa Gong kami harus turun terus kebawah, melewati jalur tangga yang sudah di sediakan. Jujur hawa di dalam nya cukup panas. Sedikit dari kami ada yang gak ikutan turun sampai bawah, termasuk aku nih. Jadi sambil nunggu temen-temen yang lain, aku menyempatkan diri untuk minum jamu di pintu masuk goa.

Kelar semua nya, kami kembali kumpul di Warung Pecel Pincuk khas Pacitan di sekitaran Goa Gong untuk beristirahat. Oh iya, ini menjadi destinasi terakhir ya. Sekitar jam 13.00 kami bergegas berangkat menuju ke Yogya. Perjalanan yang ditempuh kurang lebih 4 jam dengan melewati jalur berliku, dan naik-turun perbukitan lagi tentu nya.

Warung Pecel Pincuk khas Pacitan

Makan, Tertawa, dan Tidur adalah kami

Tepat jam 16.00 lewat sedikit, akhirnya kami singgah di Warung Pethel Bakar Pak Kaji Papat untuk mengisi perut dan merenggangkan otot yang udah mulai sedikit kaku diperjalanan yang cukup panjang. Kelar dari sana, kami masih mampir ke Tempo Gelato untuk dessert. Karena memang dari awal trip hingga hari kami pulang, seolah-olah matahari enggan lepas dari atas kepala kami.

Warung Pethel Bakar Pak Kaji Papat

Tapi gak apa, justru itu bagus nya, kami diberi cuaca yang sangat cerah sehingga foto dan video yang di tangkap pun sangat bagus layaknya seperti bingkai lukisan alami.

Kami cukup lama di Tempo Gelato, setelah itu lanjut ke tempat oleh-oleh di Bakpia Pathok 25. Kalau udah ketempat oleh-oleh tahu kan artinya apa? Iya, arti nya trip explore Pacitan sudah selesai. Dan kami turun ke masing-masing stasiun, ada yang ke Tugu dan Lempuyangan, bahkan ada juga yang extend.

Nah, begitulah kisah-kisah perjalanan kami yaaa,

See you next trip guys!

Cheers!

Febe Shinta

Hi, I'm Febe Shinta! Author of this blog. Please enjoy!

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
error: Content is protected !!