“Konon katanya, jika ada kesempatan jangan lupa untuk mengunjungi Labuan Bajo setidaknya satu kali”
Dikenal dengan keindahan alam yang spektakuler baik darat maupun bawah lautnya, Labuan Bajo juga disebut sebagai pintu utama menuju Taman Nasional Komodo.
Tanggal 03 – 06 April 2025, aku berkesempatan untuk sailing trip ke Labuan Bajo menggunakan open trip dan di guide langsung oleh Bang Rhyo. Jujur aku sendiri gak menyangka bisa menginjakkan kaki disini, mengingat proses nabung nya memakan waktu yang cukup lama.
Long story short, aku ingin membagikan sedikit pengalaman pribadi selama trip ini berlangsung, dan apa saja yang perlu disiapkan, mulai dari penerbangan, penginapan, hingga oleh-oleh. Let’s enjoy~
03 April : Terbang dari Jakarta ke Labuan Bajo
Tanpa berfikir panjang, aku langsung memilih Garuda Indonesia untuk jadwal penerbangan ke Labuan Bajo. Fun fact, untuk maskapai ini bisa check in online 48 jam sebelum keberangkatan untuk penerbangan domestik. Boleh via website atau aplikasi resmi dari maskapai.
H – 48 jam, tepat nya jam 09.00 pagi ontime, aku melakukan check in online melalui aplikasi resmi garuda dan memilih window seat 42K. Oh iya, pesawat yang akan aku tumpangi ini type Boeing yaa.

Kenapa harus check in di jam ontime? Ok aku jelasin yaa temen-temen, bermodalkan informasi dan referensi dari berbagai platform media social, akhirnya aku memutuskan dan memilih window seat 42K. Kenapa ? Karena ini merupakan salah satu posisi duduk yang menurut aku bisa menunjang saat mengambil foto ataupun video saat landing, apalagi Labuan Bajo di juluki salah satu destinasi wisata yang memiliki landing terindah. Sekali lagi, ini menurut dan sesuai keinginan aku sendiri yaaa.
Kenyataan nya mau duduk di posisi mana pun semua sangat bagus serta nyaman, dan yang terpenting terus berdoa dan selamat sampai tujuan. Yakan? Aminnn 😉

Lanjut lagi yaa,, aku takeoff jam 09.10 dari terminal T3, Gate 13, dan landing di Labuan Bajo jam 12.35 tanpa delay. Saat itu cuaca sangat mendukung dan terik matahari serasa tepat diatas kepala.
Setelah kelar ambil bagasi, seperti biasa aku mengabadikan moment di bandara terlebih dahulu, sebagai bukti kalau sudah pernah landing disini eaaaaa yeeeyyy! 😉

Check in di Zasgo Hotel, Labuan Bajo
CMIIW ya temen-temen, sepengetahuan aku di Labuan Bajo hanya ada goride/grabike. Dan untuk mobil pribadi bisa nego langsung di bandara untuk diantar ke penginapan kita atau keliling kemana pun sesuai keinginan.
Next, aku nego harga mobil untuk dianter ke Zasgo Hotel, dan akhirnya dapat di harga 60.000 sekali jalan. Jarak nya terbilang dekat, dan sepanjang jalan abang driver nya menawarkan apakah mau ke wisata lain sebelum sailing trip. Tapi berhubung aku mau save energi, jadi istirahat di hotel menjadi pilihan utama ku.
Oh iya, seperti hotel pada umumnya, semua fasilitas sama, dan lumayan bagus, lalu dilantai bawah pun terdapat supermaket yang terbilang lengkap. FYI, sebenarnya gak harus nginep di hotel, disana juga ada homestay, dan penginapan lainnya, jadi tergantung pilihan masing-masing ya.
Kebetulan aku hanya booking untuk semalam, dan gak pesan breakfast, karena setelah di fikir-fikir ke’esokan hari nya pun akan dijemput oleh pihak travel dari hotel langsung menuju ke pelabuhan untuk persiapan sailing trip 3hari 2malam.
Ngopi sambil menikmati sunset di Escape Bajo
Labuan Bajo juga terkenal dengan sunset nya, jadi sekitaran sore aku gak mau menyia-nyiakan kesempatan ini untuk nongkrong di coffee shop yakni Escape Bajo yang view nya bisa langsung melihat dermaga/pelabuhan. Oh iya, harga nya juga affordable kok, kurang lebih sama dengan yang di Jakarta.
04 April : The day is coming…! Yeayyy
Tepat jam 09.00 aku dijemput oleh tim Bang Rhyo dari Lobby Hotel Zasgo menuju ke Pelabuhan Marina yang dimana ini menjadi titik kumpul kami 12 orang peserta trip. Singkat nya, setelah berkumpul, kami langsung naik ke kapal, pembagian kamar sesuai pesanan, dan mendengarkan arahan dari Bang Rhyo mengenai kegiatan serta urutan destinasi apa saja yang akan kami datangi selama 3 hari 2 malam, ditemani dengan segelas welcome drink rasa jambu dan mangga. Segarrrrr euyy~~~

FYI buat temen-temen, kapal besar yang kami naiki beserta kapal-kapal lainnya selalu berhenti ditengah laut yaa dan semua peserta akan sambung naik ke perahu kecil alias sekoci untuk bersandar di dermaga pada setiap destinasi wisata.
Melihat keindahan alam 360 derajat dari Puncak Pulau Kelor
Destinasi pertama yang kami kunjungi yaitu Pulau Kelor, yang dimana kami harus trekking sekitar 10 menitan untuk mencapai puncak dan melihat keindahan alam laut 360 derajat. Jalur pendakiannya cukup pendek, dan ada beberapa spot untuk beristirahat sejenak. Untuk kemiringannya cukup lumayan dan aku sarankan untuk menggunakan sepatu.

Jujur cuaca saat itu panas banget, dan bagi aku seperti matahari tepat diatas kepala huhuuu. Untung nya Bang Rhyo sebagai guide kami sudah mengingatkan untuk membawa sunglasses dan topi sebelum explore.
Fenomena Ribuan Kelelawar keluar dari Pulau Kalong saat matahari terbenam
Setelah dari Pulau Kelor, gak berasa waktu sudah hampir sore dan kapal kami pun bergegas menuju ke Pulau Kalong. Sepanjang perjalanan, banyak kapal-kapal yang mulai berlabuh di perairan dekat Pulau Kalong untuk melihat moment menakjubkan dari atas kapal saat waktu menjelang matahari terbenam.
Dari atas kapal, kami semua termasuk para wisatawan lain, menyaksikan ribuan kelelawar yang keluar dari pulau yang di dominasi oleh hutan bakau dan terbang di langit secara beriringan untuk mencari makan di sekitar perairan.

05 April : Â Lautan biru, dan gugusan pulau layaknya sebuah lukisan
Bagi aku, sailing trip ke Labuan Bajo bukan hanya soal destinasi wisata, melainkan fisik juga harus dipersiapkan. Apalagi hari ini rute nya juga trekking seperti kemarin, bahkan diwajibkan bangun subuh untuk mengejar sunrise di Pulau Padar.
Pulau Padar
Malam sebelum itu, kapal kami sudah berdiam di tengah perairan sekitar Pulau Padar, sampai pada ke’esokan hari nya sekitar jam 03.00 pagi, kami semua dijadwal kan untuk bangun dan bersiap-siap sekaligus sarapan ringan sebelum pindah ke perahu kecil untuk menuju ke dermaga.
Estimasi jam 04.30 kami mulai start trekking ke atas dengan kondisi gelap. Jalur nya terbilang rapi karena di dominasi oleh 800’an anak tangga semua dan memiliki 5 – 6 pos. Sebenarnya di Pos 2 pun sudah bisa melihat keindahan Pulau Padar secara menyeluruh, tapi untuk mendapatkan view yang lebih jelas lagi, sangat disaran kan untuk naik ke Pos 3 atau Pos 4 minimal.

Jujur banyak banget para wisatawan baik lokal ataupun mancanegara yang mengincar Pos 4 dan 5 karena posisi ini paling best view. Tapi resiko nya memang ramai banget, dan antrian foto pun luar biasa.

Saat itu sunrise terbit jam 05.46 dan aku menyaksikan fenomena ini di pertengahan jalur antara Pos 3 dan Pos 4. Sempat naik ke Pos 4, tapi akhirnya aku putuskan untuk mendokumentasikan segalanya dari pertengahan saja.
Nah, untuk foto di posisi ini, kami semua wajib antri dan harap bersabar. Aku dan para peserta lainnya sangat bersyukur ada Bang Rhyo sebagai tour leader kami yang mewakili antrian ini beserta dengan tour leader lain nya.

Pulau Komodo
Next, setelah puas mengambil foto dan video, rute kami berikutnya adalah Trekking di Pulau Komodo. Kondisi saat itu sedang panas-panas nya, seolah matahari ada 3 dan enggan pergi dari atas kepala.

Sebelum trekking, kami diberi arahan terlebih dahulu oleh tour guide nya, dan dijelaskan langsung berapa lama kita akan berjalan, serta apa saja larangan yang tidak boleh kami lakukan. Trekking memakan waktu kurang lebih 1 jam sudah include dengan foto-foto dan video ketika melihat komodo melintas.
Jujur secara percaya tidak percaya, aku bisa melihat komodo secara langsung bahkan dari dekat. Dan ada pun beberapa komodo lainnya dengan berbagai ukuran, ada yang ukuran sedang hingga yang paling besar.

Selama trekking kami di kawal oleh guide dari depan dan belakang untuk memastikan keamanan semua nya. Mengingat komodo merupakan hewan karnivora yang memiliki kelenjar bisa beracun dan gigitan yang kuat.

Pink Beach
Untuk hari ini aku full senyum pokoknya, karena selain semua berjalan lancar, cuaca pun sangat mendukung. Nah, sebagai penutup setelah lelah dengan dunia per’trekking’an, kami berkunjung ke Pink Beach.
Destinasi yang satu ini pun sudah di tunggu-tunggu, karena kami akan mendokumentasikan foto dan video menggunakan drone satu per satu sampai puas.
Berhubung matahari saat itu sedang terik banget, seperti ada 2 diatas kepala, kami memutuskan untuk berteduh sejenak dibawah pohon sambil menikmati pemandangan laut yang memiliki gradasi warna biru dan tosca serta dilengkap dengan pasir yang berwarna pink.
Akhirnya setelah teduh sejenak, kami pun mulai bergantian untuk mendokumentasikan moment terbaik ini satu per satu, hingga berbarengan untuk kenang-kenangan.
06 April :
Untuk destinasi kemarin cukup menguras banyak tenaga. Maka nya aku bilang sejak awal bahwa Sailing Trip di Labuan Bajo bukan hanya soal destinasi, melainkan fisik juga harus dipersiapkan.
Dan ini sudah masuk hari terakhir, yang dimana kami akan segera kembali ke Pelabuhan Marina. Tapi sebelum nya, kami akan mampir ke 2 destinasi terakhir yaitu Snorkling di Manta Point dan Pulau Sebayur.
Manta Point
Untuk lokasi snorkling nya, seperti biasa kami akan pindah ke perahu kecil, dan kali ini sedikit berbeda, karena kami yang harus mencari dimana manta tersebut berkerumun. Dan biasa nya mereka gak akan jauh dari lokasi snorkling.

Oh iya, gak semua peserta ikut turun untuk snorkling yaa, karena memang badan sudah lelah banget dan energi juga tinggal sedikit, jadi beberapa dari kami memilih untuk menikmati jam-jam terakhir atas dikapal tempat dimana kami tidur selama 3 hari 2 malam dan ngobrol satu dengan yang lain.
Pulau Sebayur
Terakhir, pulau ini juga masuk dalam spot snorkling kami untuk melihat ikan-ikan dan terumbu karang yang cantik. Disini kamu juga gak terlalu lama, karena beberapa peserta juga mengejar jadwal penerbangan dihari yang sama.

Sekitar jam 11.00 siang, kami sudah tiba kembali di Pelabuhan Marina. Dan disanalah kami mulai mengucapkan salam perpisahan satu dengan yang lain, beserta juga para kru kapal sebanyak 7 orang yang sudah menghandle kami dan memberikan banyak kisah perjalanan yang menyenangkan, serta makanan yang super enak.
Oh iya, paket dalam trip ini sudah termasuk dengan transportasi pengantaran terakhir kami ya. Apakah mau langsung ke Bandara atau Penginapan jikalau ada yang extend. Kalau aku lebih memilih untuk diantar ke Bandara terlebihi dahulu. Mengingat aku mengambil jadwal penerbangan malam.
Setelah sampai bandara Labuan Bajo, aku menyempatkan diri untuk makan siang terlebih dahulu di “Restoran Om Bai (NON-HALAL)” yaa. Selepas dari sana, aku langsung jalan kaki lagi menuju ke tempat oleh-oleh di “Kado Bajo” yang lokasi nya tepat di di sebrang bandara.
Setelah kelar semuanya, aku kembali ke bandara sambil ditemani oleh se’Cup kopi dingin yang sudah aku nantikan dibawah terik matahari Labuan Bajo. Dan ternyata, pesawat aku Delay dan baru tiba di Jakarta jam 22.31 WIB. Nunggu bagasi keluar dan baru kelar di jam 23.30 kemudian langsung otw pulang kerumah. Kebetulan aku naik Batik Air yaa.
Oke ya temen-temen, sekian kisah-kisah perjalanan aku selama di Labuan Bajo. Last but not least, perjalanan yang singkat ini, bakalan jadi cerita seumur hidup yang gak bakal aku lupakan. Dan aku sendiri sudah buktikan, bahwa benar kata kebanyakan orang, jikalau ada kesempatan, waktu, serta rezeki, maka berkunjunglah ke Labuan Bajo.
Kenapa Labuan Bajo ? Karena lokasi wisata ini bisa dikatakan salah satu warisan dunia yang memiliki habitat langka yaitu Komodo, lalu memiliki pantai berpasir pink, kemudian kalian akan memiliki pengalaman menginap di kapal phinisi, dan bisa snorkling serta diving untuk melihat manta dan keindahan bawah laut.
Pokoknya, masih banyak banget hal-hal yang bisa memanjakan mata kalian dan semua destinasi wisata nya juga akan memberikan kenangan yang membekas di hati.
Cheers!




