Gunung

Edisi Sumpah Pemuda! Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng

Gunung Prau….

Adalah sebuah gunung yang terdapat di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Gunung yang memiliki ketinggian 2565mdpl ini menawarkan pemandangan alam yang sangatlah indah sehingga selalu menjadi incaran para pendaki dari berbagai kota maupun daerah.

Bertepatan dengan hari raya sumpah pemuda, Backpacker Jakarta kembali mengadakan pendakian nya ke Gunung Prau Part #9 via Patak Banteng pada tanggal 27-29 Oktober 2017 dengan biaya sharecost sebesar Rp285.289,-/orang (member Bpj) dan Rp305.289,-/orang (non-member Bpj). Pendakian yang digawangi oleh Afri dan Pingkan ini di ikuti oleh 28 peserta dan di backup oleh Debi, Tintin dan Andrie.

Dengan meeting poin di Sekretariat BPJ pukul 21.00 malam, kamipun mulai meninggalkan Jakarta dengan menaiki Bus yang sudah disewa sejak awal. Sepanjang perjalanan masih berjalan dengan lancar dan sekitar jam 02.00 pagi saat mau keluar Tol Palikanci AC bis mengalami trouble alias mati. Hingga pada akhirnya kami semua harus turun dan menunggu kang sopir memperbaiki AC nya.

AC Mati
AC Mati

Setelah selesai, perjalananpun dilanjutkan menuju Basecamp. Tapi apa daya, jam 06.00 pagi AC kembali mati. Mengingat sudah menjelang pagi, akhirnya kami mampir ke salah satu rumah makan padang sekalian sarapan dan menunggu kang sopir kembali memperbaiki AC.

Dengan ditemani oleh hujan sepanjang jalan menuju basecamp, Bis kami kembali trouble, dan kali ini bukan karena AC melainkan Bus gak bisa naik karena jalur menuju basecamp sangat tinggi dan curam sehingga semua sepakat menyewa bis kecil seperti Kopaja untuk mengantarkan kami ke basecamp.

Pindah Bis

Sekitar pukul 13.30 kami tiba dengan cuaca yang gak bisa ditebak. Setelah istirahat, mengisi perut, dan re-packing, jam 15.00 dengan diawali oleh doa, kamipun mulai nanjak dan cuaca saat itu cerah Alhamdulilah.

Gapura Basecamp via Patak Banteng

Basecamp – Pos 1 (Sikut Dewo)

Untuk menuju pos 1, kami terbagi menjadi 4 group. Kenapa? Apabila dalam 1 grup lebih dari 10 orang maka akan dikenakan biaya porter. Tapi jangan khawatir, setelah melewati pos 1 kami kembali berkumpul seperti biasa.

Nah, jalur yang pertama kali dilewati untuk menuju pos 1 adalah tangga warna milik rumah warga, setelah itu melewati perkebunan, jalur beraspal dan dilanjutkan dengan jalur tanah berbentuk tangga yang sudah terbilang rapi. Oh iya, sepanjang jalan menuju pos 1, kami dipertemukan dengan banyak warung yang menjual minuman, gorengan hingga buah semangka segar.

Tangga Warna
Jalur Aspal
Jalur Tanah Berbentuk Tangga
Warung

Pos 1 – Pos 2 ( Canggal Walangan )

Untuk sampai ke pos 2 trek yang ditawarkan masih berbentuk tangga bambu dan mulai sedikit menanjak. Nah, sebelum sampai di pos 2, kami menjumpai warung kecil sebelah kiri jalur, setelah itu sekitar 20m dari warung, pos 2 udah terlihat. Di pos 2 ini merupakan sebuah lahan kecil yang cukup untuk membangun 2 tenda saja. Dan dari sini kami sudah memasuki hutan lebar yang didominasi oleh pohon cemara dan pinus.

Oh iya, jika kalian beruntung, kalian sudah bisa menikmati sunset di pos 2. Dan disini juga kami sudah mulai terpecah menjadi 3 team yakni team depan, tengah dan belakang.

Sunset

Pos 2 – Pos 3 ( Cacingan )

Dari pos 2 ke pos 3 jalur mulai menanjak, dan semakin menantang sehingga membuat kami lebih berhati-hati mengingat sedang hujan dan jalur menjadi lebih licin dari biasanya. Jalur yang di dominasi tanah merah dengan batu-batuan ini membuat tenaga lumayan banyak terkuras. Sesampai di pos 3, kami beristirahat sejenak untuk mengisi tenaga dan melanjutkan perjalanan perjalanan menuju puncak.

Pos 3 – Puncak ( Sunrise Camp )

Setelah tenaga terkuras, kami masih harus melewati jalur yang lebih terjal. Dari pos 3 kami harus extra hati-hati karena gak ada pegangan di sekitar jalur. Jalur yang ditawarkan berupa tanjakan extreme, dan belokan yang menanjak. Untuk sampai kepuncak kami masih tetap terbagi menjadi 3 team seperti diawal yaitu team pertama tiba jam 18.30, team kedua tiba 18.50 dan team terakhir tiba kurang lebih 20.00. Alhamdulilah semua dalam keadaan sehat.

Setelah tenda dibangun, malam hari kami diterpa kabut serta angin yang kencang sehingga membuat kami mager keluar tenda. Tanpa terasa pagipun tiba dan masih ditemani dengan angin yang kencang.

Disekitaran area camp, kami disuguhi oleh Bunga Daisy yang berbaris rapi nan cantik. Bunga Daisy merupakan bunga yang tumbuh di kawasan yang sejuk. Nah, jika di gunung-gunung lain memiliki Bunga Edelweis sebagai Raja dari kawasan beberapa gunung, maka di Gunung Prau, Bunga Daisy lah Ratu nya!

Seperti biasa, harapan kami tak pernah putus! Masih berharap menemukan sunrise! Amazing surprise kami bisa melihat sunrise walaupun sinar nya keluar secara malu-malu, tapi kami sangat bersyukur.

Setelah sunrise keluar dan cuaca semakin siang, kami kembali diberikan langit biru yang cantik yang membuat setiap foto kami seperti dibingkai lukisan alam. Tanpa menyia-nyiakan moment yang ada kami kembali mengedokumentasikan setiap moment keberasaan yang ada.

  

Setelah banyak foto yang kami abadikan, saat nya kami untuk prepare masak dan re-packing ditenda masing-masing, mengingat target kami turun ke basecamp adalah start jam 09.00.

Masak

Puncak – Basecamp

Setelah breakfast secukupnya, kami mulai packing untuk prepare turun ke basecamp. Jam 10.00 kembali diawali dengan doa, dan membawa semua sampah yang ada, kami mulai bergilir turun, mengingat saat itu sangat ramai yang mau turun dan membuat jalur menjadi sedikit tersendat.

Antri Turun
Trek Turun Yang Terjal

Sepanjang jalur turun ke pos 3, kami kembali disuguhi pemandangan indah perkampungan dieng dan telaga warna dari kejauhan. Indah memang, tapi jangan sampai kalian lengah karena jalur turun sangatlah terjal dan curam!

Via Desa dan Telaga Warna Dieng

Sampai akhirnya kami tiba kembali di basecamp jam 12.30 untuk bersih-bersih, re-packing, makan, istirahat dan jam 15.30 kami kembali menuju Jakarta yang disertai dengan hujan deras.

Keluar Basecamp

Sepanjang perjalanan gak lupa, CP membagikan doorprize berupa Mug dan Raincover Bpj dengan cara di undi dan dimenangkan oleh Putri, Dodo, Sandy, Nia dan Dan Septian.

Sekitar pukul 20.00 kami kembali mengisi perut di Rumah Makan Sakalibel Baru dan masih ditemani dengan hujan, setelah itu melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dan tiba kembali di sekret Bpj jam 04.10.

Rumah Makan Sakalibel Baru

Noted 

Gunung Prau termasuk gunung yang gak ada sumber mata air, jadi untuk para pendaki wajib membawa persediaan air supaya gak kekurangan, melengkapi peralatan yang Safety agar tidak merugikan team atau diri sendiri. Dan jangan lupa untuk mendaki dengan mematuhi semua aturan salah satunya membawa turun kembali sampah, karena gunung bukan tempat pribadi, melainkan tempat umum yang harus dijaga sama-sama.

See you next perjalanan! 🙂

Tags

Febe Shinta

Hi, I’m Febe Shinta Franciska!
Welcome to Random Feeds of Febe, a food and travel blog based in Indonesia.
I write about food and drinks, traveling near and far, and the miscellaneous bits of life in between. Enjoy!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Close