City Tour

Explore Keasrian Ranca Upas Dan Situ Patenggang

Hallo sobat traveler!

Siapa yang tidak kenal kota kembang?

Kota Kembang Bandung adalah salah satu tujuan wisata favorit bagi warga Jakarta dan sekitarnya untuk melewatkan liburan. Bagi warga Jakarta sangat mudah untuk mencapai kota Bandung dengan melewati jalan tol. Selain terkenal sebagai salah satu kota pusat mode di Indonesia, Bandung yang juga memiliki banyak universitas terkemuka serta mempunyai beragam destinasi wisata alam dan budaya yang dapat dinikmati mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Bukan hanya itu, Bandung Selatan juga terkenal dengan salah satu Bumi Perkemahan yang salah satu nya adalah Bumi Perkemahan Ranca Upas. Bumi perkemahan yang terletak di Desa Alam Endah, Jalan Ciwidey, Rancabali, Bandung, Jawa Barat ini terletak di ketinggian sekitar 1710mdpl dan mempunyai keseluruhan tanah seluas kurang lebih 215ha.

Di Bumi Perkemahan Ranca Upas ini pun terkenal dengan penangkaran rusa yang dimana rusa tersebut dilepas secara bebas di area yang cukup luas sehingga kalian bisa langsung berinteraksi dan berfoto. Oh iya, supaya foto kalian tampak lebih menarik, kalian bisa membeli makanan rusa dengan harga Rp10.000,-/kantong wortel supaya rusa rusa dapat terus nempel dengan kalian seperti pacar! ssstttt…. abaikan 🙂

Nah pada kesempatan ini, komunitas dari Backpacker Jakarta mengadakan camping perdananya di Bumi Perkemahan Ranca Upas dengan total 30 orang peserta termasuk para CP. Oh iya, perjalanan kali ini di gawangi oleh Ninuk, Arlan dan Aga dengan biaya sharecost sebesar Rp220.000,-/orang pada tanggal 22-23 Oktober 2016.

Setelah segala sesuatu nya dipersiapkan mulai dari logistik, tenda sampai perlengkapan pribadi, gas dan semua peralatan camping lainnya, finally waktu yang ditunggu tunggu pun tiba. Tepat pukul 08.15 pagi dan diawali dengan doa, bis kami pun berangkat dari kantor Sekretariat Backpacker Jakarta yang beralamat di Jalan Mayjen Sutoyo Kav 48 No.48 Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Ok next, perkiraan sekitar jam 02:00 siang kami semua pun tiba di Bumi Perkemahan Ranca Upas. Tanpa pikir terlalu lama, akhirnya kami pun mulai bergerak untuk mencari posisi yang baik untuk membangun tenda dan quality time bersama para peserta dan dilanjutkan dengan makan siang. Setelah perut sudah terisi, sekitar jam 16:00 kami pun siap untuk berinteraksi dengan para rusa.

Tanpa terasa waktu sudah mulai gelap dan kabutpun sudah mulai turun serta gerimis, sekitar jam 17:30 kami pun kembali ke tenda untuk prepare ngemil malam dan quality time bersama. Setelah istirahat sebentar ditenda, finally sekitar jam 19:00 kami semua keluar dari tenda untuk mulai masak cemilan seperti bakwan, sosis, nugget serta nasi goreng untuk disantap. Tapi karena cuaca yang tidak dapat ditebak, maka hujanpun kembali mengguyur Bumi Perkemahan dan automaticaly kami semua bubar masuk tenda masing masing dan suhu pun mulai mendingin.

Karena hujan yang tidak kunjung berhenti, sebagian dari kami memilih untuk tetap ditenda dan istirahat tidur tapi sebagian dari kami melanjutkan makan yang sudah terlanjur selesai di goreng. Setelah itu, kami kembali ketenda masing masing dan tidur. Hingga menjelang pagi, hujanpun tidak kunjung berhenti serta kabut yang semakin tebal, sekitar jam 06:00 pagi, tujuh orang diantara kami memilih untuk berendam dikolam pemandian air panas yang ditarifkan Rp15.000,-/orang.

Singkatnya, setelah selesai berendam, kamipun kembali ketenda, masak sarapan ( spagetti, nugget, sarden, mie kuah, dan sosis ) dan mulai bongkar tenda jam 11:00 siang lalu prepare menuju destinasi terakhir yang akan kita kunjungi yaitu Situ Patenggang. Yeah!!

Situ Patenggang adalah tempat wisata di Bandung Selatan yang berupa sebuah danau. Danau yang berada di Jln. Ciwidey Ranca Bali, Desa Patengan, Kecamatan Ranca Bali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini mempunyai pemandangan yang asri dan sejuk dengan perkebunan teh di sekitarnya. Danau yang mempunyai luas sekitar 45.000 hektar ini merupakan bagian dari cagar alam yang mempunyai luas lebih dari 123.000 hektar.

Nama Situ Patenggang berasal dari bahasa Sunda yaitu “situ” yang berarti danau, dan “patenggan” yang berarti saling mencari. Ada sebuah mitos tentang Situ Patenggang yang menceritakan tentang cinta Ki Santang dan Dewi Rengganis yang terpisah sangat lama. Karena cinta mereka yang sangat dalam, mereka berdua saling mencari sampai pada akhirnya bertemu di suatu tempat yang sekarang disebut sebagai “Batu Cinta”.

Ok gaes, sekitar jam 02:00 siang, kita sudah sampai di Danau Situ Patenggang dan menuju perahu untuk menyebrang ke Danau Cinta dengan menyewa perahu Rp20.000,-/orang PP.

Tanpa terasa jam 16:00 sore pun tiba, lagi lagi cuaca tidak berpihak pada kami, setelah mengambil beberapa foto di Danau Cinta, hujan kembali mengguyur dan kami prepare menuju kapal untuk kembali ke Bis dilanjutkan menuju perjalanan ke Jakarta dan tiba pukul 23:00.

So, perjalanan yang ditangkap kali ini adalah semakin kita bertemu dengan orang banyak, maka kita akan semakin mampu untuk bersikap apa ada nya dan menerima bahwa tidak setiap orang itu punya karakter atau kepribadian yang sama. Justru dengan semakin seringnya kita bertemu teman baru seperjalanan maka semakin banyak pula akan melatih diri kita untuk menjadi pribadi yang ramah, hangat dan mudah untuk berbaur baik dengan teman baru ataupun dengan lingkungan sekitar.

Tags

Febe Shinta

Hi, I’m Febe Shinta Franciska!
Welcome to Random Feeds of Febe, a food and travel blog based in Indonesia.
I write about food and drinks, traveling near and far, and the miscellaneous bits of life in between. Enjoy!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Close